Pengertian Ekonomi Makro Adalah : Contoh, Ruang Lingkup, Tujuan, Permasalahan

Ekonomi Makro - Secara teori, ilmu ekonomi berusaha mengalisa segala macam kebutuhan dan hubungan antara variabel - variabel dalam ekonomi. dalam kesepatan sebelumnya juga dijelaskan bahwa Ilmu ekonomi dalam kajiannya memiliki berbagai macam bentuk dan jenis sesuai dengan fungsinya sendiri. Berdasarkan variabel ekonomi, ilmu ekonomi terbagi menjadi dua, yaitu ekonomi mikro dan ekonomi makro.

Apa yang dimaksud dengan ekonomi makro ? apa tujuan dari penerapan ekonomi makro ? Bagaimana ruang lingkup ekonomi makro ? seperti apa permasalahan yang terdapat didalam ekonomi makro? Bagaimana contoh penerapan ekonomi makro ?. Pada kesempatan kali ini, penulis akan berusaha menjawab seluruh pertanyaan diatas untuk memudahkan kamu dalam memahami ekonomi makro secara global.

Pengertian Ekonomi Makro Adalah

Pengertian Ekonomi Makro Adalah

Ilmu ekonomi makro (Macroeconomics) adalah merupakan salah satu cabang ilmu ekonomi yang mengkaji kegiatan perekonomian secara keseluruhan. Dengan kata lain, ekonomi makro merupakan ilmu ekonomi yang menganalisa keadaan atau kegiatan ekonomi secara agregat.

Tidak hanya membahasan seorang konsumen, seorang produsen, atau seorang pemilik faktor produksi, namun ekonomi makro lebih membahas pada keseluruhan tindakan para pengusaha, para konsumen, lembaga-lembaga keuangan, pemerintah, dan negara lain. Selain itu ekonomi mikro juga menganalisa bagaimana pengaruh tindakan - tindakan tersebut terhadap perekonomian secara keseluruhan (perekonomian agregat).

Sejarah ekonomi makro bermula sejak salah satu tokoh ekonomi dunia bernama JM keynes yang berasal dari  universitas cambridge inggris menulis sebuah buku dengan judul "the general theory of employment. Interest and money" yang ditulis pada tahun 1937.

Dalam teorinya, dia menjelaskan tentang sebuah teori ekonomi yang menunjukkan bahwa penganggaran dapat terjadi dan bahkan untuk jangka yang tidak terbatas. Para ahli ekonomi dimasanya pun membenarkan sampai sekarang dipraktekkan di banyak negara. dan kelompok tersebut disebut sebagai keynesian economist.

Pengertian Ekonomi Makro Menurut Para Ahli

Sebagai ilmu yang lahir pada tahun 1930an, banyak para ahli dan tokoh yang juga turut berperan dalam pengembangannya. Sehingga banyak para ahli yang memiliki definisi berbeda terkait dengan ekonomi makro tersebut. Berikut adalah definisi ekonomi makro menurut para ahli:

1. Robert S. Pindyck (2009)

Robert S. Pindyck adalah seorang ekonom Amerika, Profesor Ekonomi dan Keuangan Bank of Tokyo-Mitsubishi di Sloan School of Management di Massachusetts Institute of Technology. Dalam bukunya yang berjudul "Microeconomics" dia mendefinisikan ekonomi makro sebagai ilmu ekonomi yang menangani variabel agregat ekonomi, seperti: Tingkat dan rata-rata pertumbuhan produksi nasional, Suku bunga, Inflasi, dan Tingkat pengangguran.

2. Budiono (2001)

Sama dengan sadono sukirno, Budiono juga merupakan seorang peneliti dan dosen disalah satu universitas besar diindonesia. Dalam bukunya yang berjudul "Ekonomi Makro" dia mendefinisikanekonomi makro sebagai ilmu yang mempelajari tentang pokok ekonomi, baik jangka pendek maupun jangka panjang meliputi stabilitas dan pertumbuhan perekonomian suatu negara.

3. Paul Anthony Samuelson

Paul Anthony Samuelson ialah ekonom Amerika Serika dari Universitas Harvard. Dalam bukunya yang berjudul "Economics" dia mendefinisikan ekonomi makro sebagai cabang ilmu ekonomi yang mempelajari dan mengamati kinerja perekonomian secara komprehensif dan keseluruhan.

4. Sadono Sukirno (2000)

Sadono Sukirno merupakan seorang analis dan dosen disalah satu universitas besar di indonesia. dalam bukunya yang berjudul "Makro Ekonomi : Teori Pengantar" dia mendefinisikan ekonomi makro (macroeconomics) sebagai sebuah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari tentang kegiatan utama perekonomian secara komprehensif atau menyeluruh terhadap berbagai masalah pertumbuhan ekonomi.

Masalah - masalah tersebut meliputi: (1) Kegiatan ekonomi yang tidak stabil, (2) Inflasi, (3) Tingkat Pengangguran, (4) Neraca perdagangan serta pembayaran.

5. Muchtolifa

Muchtolifa merupakan seorang peneliti, penulis buku, dan juga pengajar di Unesa. Dalam bukunya yang berjudul "Ekonomi Makro" yang diterbitkan oleh Unesa University Press, dia mendefinisikan ekonomi makro sebagai pengetahuan ekonomi yang mempelajari sel – sel ekonomi secara keseluruhan, seperti pendapatan Nasional, Produksi Nasional, Investasi Nasional.

Tujuan Ekonomi Makro

Berbeda dengan ekonomi mikro yang bertujuan hanya mengkaji aktifitas ekonomi individu antara produsen dan konsumen atas suatu barang dan jasa. Lebih dari itu, ekonomi makro bertujuan untuk mengkaji dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan ekonomi secara keseluruhan (agregat).

Analisa - analisa dalam ekonomi makro juga dapat digunakan sebagai alat untuk menentukan arah kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah suatu negara. Selain itu, analisa ekonomi makro juga dapat digunakan dengan tujuan - tujuan sebagai berikut:

  1. Menjaga stabilitas ekonomi
  2. Menekan laju inflasi dalam suatu negara
  3. Meningkatkan pendapatan nasional
  4. Stabilisasi neraca pembayaran luar negeri
  5. Membantu distribusi pendapatan
  6. Membantu meningkatkan kapasitas produksi nasional (agregat)
  7. Mengurangi jumlah pengangguran
  8. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara

Masalah Ekonomi Makro

Ilmu Ekonomi makro menjadi salah satu cabang dari ilmu ekonomi, memiliki salah satu fungsi dalam memberikan solusi terhadap permasalahan kebijakan ekonomi secara makro. Permasalahan - permasalahan tersebut berkaitan dengan pengelolaan dan pengendalian perekonomian secara umum.

Selain itu, ekonomi makro juga bertugas dalam mengusahakan agar perekonomian bisa bekerja dan tumbuh secara seimbang, terhindar dari kondisi - kondisi yang dapat mengancam keseimbangan perekonomian nasional (agregat).

Terdapat tiga masalah utama ekonomi makro jangka pendek yang harus di waspadai dan harus diatasi setiap saat melalui kebijakan - kebijakan khusus sesuai dengan tingkat permasalahannya. Permasalahan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1.  Masalah inflasi

Secara umum inflasi dianggap sebagai salah satu masalah ekonomi yang selalu dialami oleh, hampir semua negara. Pembahasan tentang inflasi selalu dikaitkan dengan kenaikan harga. Hal tersebut dikarenakan harga dapat dikatakan sebagai salah satu indikator penting atas terjadinya inflasi dalam sebuah negara.

Secara teoritis, definisi inflasi merupakan suatu keadaan dimana terdapat kecenderungan kenaikan harga–harga secara umum dan terus menerus.  Namun, apabil dalam suatu negara hanya terjadi kenaikan satu atau beberapa barang (dan bersifat sementara), maka kondisi tersebut tidak dianggap sebagai inflasi. Kondisi yang demikian tidak dianggap sebagai suatu masalah dalam ekonomi makro dan tidak perlu adanya kebijakan khusus untuk mengatasinya. Namun, tetap perlu untuk di waspadai.

Walaupun inflasi tidak secara otomatis menurunkan standar hidup, namun inflasi tetap merupakan masalah, karena tiga alasan :
  • Inflasi dapat menyebakan penurunan efisiensi ekonomi
  • Inflasi dapat mengakibatkan redistribusi pendapatan diantara anggota mastarakat.
  • Inflasi dapat menyebkan perubahan out-put dan kesempatan ke dalam masyarakat.

2. Masalah Pengangguran 

Masalah ekonomi makro yang kedua adalah pengangguran. Dimana pengangguran ini terjadi karena jumlah angka kerja atau tenaga kerja melebihi tingkat kesempatan kerja yang tersedia. Sehingga lapangan pekerjaan tidak dapat menampung tenaga kerja secara keseluruhan.

Di negara-negara berkembang, petumbuhan jumlah angkatan kerja sering tidak di iringi dengan pertumbuhan kesempatan kerja. Ketimpangan tersebut mengakibatkan angka pengangguran cukup tinggi.

Tidak semua penduduk termasuk angkatan kerja, sedangkan angakatan kerja merupakan penduduk yang masuk dalam kategori usia anak dan usia muda. Usia kerja / angkatan kerja adalah penduduk dalam usia anatar 15 tahun sampai 59 tahun yang didasarkan pada tingkat kesempatan kerja penuh (full imployment).

Secara teoritis, perekonomian suatu negara akan dianggap mencapai tingkat kesempatan kerja penuh (full imployment), Apabila tenaga kerja yang tersedia seluruhnya digunakan dalam praktek perekonomiannya.

Definisi tingkat kesempatan kerja penuh (full imployment) memiliki makna yang sedikit berbeda. Hal tersebut berguna untuk menentukan apakah perekonomian telah mencapai full imployment atau belum. Namun, yang menjadi ukuran penting dalam mengukurnya bukanlah penggunaan tenaga kerja 100%, tetapi penggunaan tenaga kerja yang sedikit lebih rendah dari itu.

3. Masalah Ketimpangan Neraca Pembayaran

Definisi neraca pembayaran adalah laporan keuangan yang mencatat informasi dari segala transaksi yang terjadi antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain dalam kurun waktu tertentu, biasanya satu tahun.

Informasi transaksi yang tercatat dalam neraca pembayaran meliputi barang- barang dan jasa, dalam bentuk ekspor maupun impor, penanaman modal di luar negeri, transaksi financiil misalnya pemberian atau penerimaan kredit dari atau kepada negara lain, dan transaksi- transaksi yang bersifat unilateral (transaksi sepihak atau transaksi satu arah)

Transaksi unilateral contohnya seperti pembayaran transfer dari orang- orang yang tinggal di luar negeri tidak sama dengan jumlah penerimaan yang diperoleh dari luar negeri, selisihnya dapat berupa surplus atau defisit pada neraca pembayaran.

Permasalahan pokoknya ada pada ketidakseimbangan dalam neraca pembayaran. Suatu negara dapat dikatakan bermasalah apabila neraca pembayaran cukup besar. dimana jumlah pembayaran ke luar negeri tidak sama dengan jumlah penerimaan yang diperoleh dari luar negeri, selisihnya dapat berupa surplus atau defisit pada neraca pembayaran. Jika kondisi demikian, maka diperlukan adanya suatu kebijakan pemerintah yang spesifik untuk mengatasinya.

Pada tingkatan ekonomi mikro, neraca pembayaran berkaitan langsung aktifitas internasional agregat, juga memberikan petunjuk apakah perekonomian suatu negara berada pada kondisi seimbangan atau bahkan sebaliknya.

Ruang Lingkup Ekonomi Makro

Sebagai salah satu cabang dari ilmu ekonomi, ekonomi makro memiliki ruang lingkup atau batasan teori yang dibahas didalamnya. Begitu juga dalam ilmu ekonomi mikro.  Adapun teori - teori yang dibahas dalam ekonomi makro adalah sebagai berikut:

1.  Teori Pendapatan Nasional

Secara umum, Pendapatan nasional dapat digunakan sebagai salah satu indikator dalam analisa ekonomi makro, Hal tersebut dikarenakan pendapatan nasional dianggap sebagai variabel penting guna mencari hubungan di antara variabel-variabel lain dalam ekonomi makro (seperti investasi, konsumsi, dan lainnya). Perubahan pendapatan nasional akan dapat mempengaruhi variabel - variabel yang lain. Baik itu pengaruh positif maupun pengaruh yang negatif.

Di dalam seluruh bahasan teori ekonomi makro, Pendapatan Nasional merupakan bagian yang paling menarik perhatian untuk dibicarakan. Hal tersebut dikarenakan pembahasan Pendapatan Nasional di anggap pilar utama (hal yang penting) penyangga Politik Ekonomi. Artinya, hampir semua kebijakan perekonomian difokuskan pada Pendapatan Nasional.

Adapun Subjek bahasan yang dapat dipelajari dalam teori pendapatan nasional ini secara umum adalah sebagai berikut:
  • Arti Penting Pendapatan Nasional
  • Jenis- jenis Pendapatan Nasional
  • Cara penghitungan Pendapatan Nasional
  • Hubungan Antara Konsep- Konsep Pendapatan
  • Pembagian Pendapatan Nasional

2. Teori Konsumsi Masyarakat

Pengeluaran konsumsi masyarakat juga dianggap sebagai salah satu variabel makro ekonomi. Hal tersebut di dasarkan pada sebuah teori yang menyatakan bahwa "Konsumsi seseorang berbanding lurus dengan pendapatannya". Secara tidak langsung teori tersebut juga menjelaskan bahwa "semakin besar pendapatan semakin besar pula pengeluran konsumsinya".

Perilaku tabungan juga dipengaruhi oleh faktor pendapatan. Dengan demikian maka jika pendapatan bertambah baik konsumsi maupun tabungan akan sama-sama bertambah.

Perbandingan besarnya tambahan pengeluaran konsumsi terhadap pendapatan disebut hasrat marginal untuk konsumsi atau MPC (Marginal Propensity To Consume), sedangkan besarnya tambahan tabungan terhadap pendapatan dinamakan hasrat marginal untuk menabung atau MPS (Marginal Propensity To Save).

Pebedaan antara masyarakat negara yang sudah maju dengan negara yang sedang berkembang bukan hanya terletak dalam atau dicerminkan oleh perbandingan relatif besar kecilnya angka MPC atau MPS, akan terjadi juga dalam pola konsumsi itu sendiri.

Pola konsumsi masyarakat yang sedang berkembang didominasi oleh konsumsi kebutuhan pokok atau kebutuhan primer. Sedang pada masyarakat yang sudah maju cenderung lebih banyak teralokasi kebutuhan sekunder atau tersier.

Adapun Subjek bahasan yang dapat dipelajari dalam teori konsumsi masyarakat ini secara umum adalah sebagai berikut:
  • Perilaku Konsumsi Masyarakat
  • Pola Konsumsi Masyarakat
  • Macam – Macam Teori Konsumsi

3. Teori Investasi

Investasi juga dianggap sebagai salah satu indikator penting dalam ekonomi makro yang berkaitan erat dengan pendapatan nasional. Hubungan antara kedua indikator tersebut memanglah sangat penting dan perlu untuk di analisa sebelum membentuk sebuah kebijakan. Hal tersebut juga melatarbelakangi mengapa dalam semua teori ekonomi makro indikator investasi dibahas dalam bagian tersendiri.

Berbagai macam fenomena (gejolak) terjadi dalam investasi (melalui proses multiplier) out-put nasional. Multiplier merupakan angka yang menggambarkan besarnya perubahan pendapatan nasional yang diakibatkan oleh berubahnya investasi. Dalam praktiknya, perubahan investasi pada suatu waktu menyebabkan tingkat pendapatan nasional turun berada dibawah kapasitas produksi potensial, dan sering juga pada suatu waktu menyebabkan pendapatan nasional meningkat jauh diatas kapasitas potensial.

Investasi merupakan salah satu masalah dalam ekonomi makro yang berkaitan langsung dengan besarnya pengharapan atas pendapatan (prospect of yield) dari penanaman barang modal dimasa yang akan datang. Pengharapan atas pendapatan masa depan tersebut dianggap sebagai faktor yang dapat menentukan besarnya investasi.

Terkait dnegan persoalan kapan atau dalam kondisi seperti apa seorang pengusaha akan mengeluarkan moda untuk investasi, ada dua teori yang membahasnya, (I) teori konvensional (klasik) dan (II) teori dari Keynes. Adapun Subjek bahasan yang dapat dipelajari dalam teori Investasi ini secara umum adalah sebagai berikut:
  • Macam - Macam Teori- Teori Investasi
  • Investasi dan Kapasitas Produksi
  • Pelaksanaan- Pelaksanaan Investasi

4. Teori Inflasi dan Defalasi

Pada bagian ini mengeksplorasi fenomena ganda ekonomi inflasi dan deflasi pada tingkat awal. Bahasan ini di awali dengan dengan mendefinisikan inflasi dan menjelaskan bagaimana hal itu diukur dalam ekonomi modern.

Kemudian mengeksplorasi pembangunan dua harga indeks utama, Indeks Harga Konsumen dan Indeks Harga Produsen, dan akan mengikuti bahwa dengan diskusi panjang tentang mengapa inflasi dan deflasi dapat mengancam perekonomian suatu negara (berbahaya).

Dengan menggunakan model yang sudah ada dalam bahasan ini, kita akan dapat mengetahui penyebab modern inflasi dan mempertimbangkan respon kebijakan dasar yang dirancang untuk menekan laju inflasi atau merangsang ekonomi keluar dari deflasi. Bahasan teori ini tidak menawarkan kata akhir tentang inflasi dan deflasi.

Adapun Subjek bahasan yang dapat dipelajari dalam teori teori kebijakan pemerintah ini secara umum adalah sebagai berikut:
  • Konsep Inlasi dan Deflasi
  • Proses Terjadinya Inflasi dan Deflasi
  • Dampak Terjadinya Inflasi dan Deflasi
  • Index Harga Konsumen
  • Index Harga Produsen

5. Teori Kebijakan Pemerintah

Ilmu ekonomi pada dasarnya berusaha untuk menganalisa dan mengkaji hubungan antara variable-variable ekonomi, baik itu variabel - variable mikro maupun variable makro. Sedangkan ilmu ekonomi terapan membahasan tentang persoalan kebijakan ekonomi yang perlu di terapkan dalam negara tertentu sesuai dengan permasalahan yang dihadapi.

Setiap negara pastinya berharap masalah pengangguran dapat dikurangi dan diatasi. Harapan tersebut penting untuk direalisasikan melalui penerapan kebijakan yang sesuai.

Teori pertumbuhan ekonomi menjelaskan tentang faktor-faktor penting yang diperlukan untuk mewujudkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Teori tersebut mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi akan menjadi lebih pesat melalui kebijakan-kebijakan sebagai berikut:

Mengurangi kelajuan pertambahan penduduk, mengembangkan teknologi, meningkatkan tabungan, dan meningkatkan efisiensi penanaman modal (investasi) yang dijalankan.

Adapun Subjek bahasan yang dapat dipelajari dalam teori teori kebijakan pemerintah ini adalah sebagai berikut:
  • Kebijakan Fiskal
  • Kebijakan Moneter


    Contoh Ekonomi Makro

    Diakhir tulisan ini, saya akan memberikan beberapa contoh penerapan ilmu ekonomi makro dalam perekonomian indonesia. Tujuan pemberian contoh ini adalah agar kamu lebih mudah dalam memahami seperti apa ilmu ekonomi makro itu. Berikut adalah contoh - contohnya:
    1. Analisis Pertumbuhan Ekonomi, Investasi, Dan Konsumsi Di Indonesia
    2. Analisis Penawaran Dan Permintaan Minyak Kelapa Sawit Di Indonesia
    3. Pengaruh Industri, Tenaga Kerja Industri Dan Pdrb Sektor Industri Terhadap Disparitas Pendapatan Antar Wilayah Provinsi Jawa Timur
    4. Analisa Perkembangan Ekonomi Awal Tahun 2015
    5. Kinerja, Prospek, Dan Kebijakan Investasi Di Indonesia
    6. Analisis Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Inflasi di Indonesia
    7. Deflasi dan Pembatasan Konsumsi (Deflation and Restraint of Consumption)
    8. Analisis Dampak Kebijakan Fiskal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia
    9. Analisis Dampak Kebijakan Fiskal Dan Moneter Terhadap Kinerja Makroekonomi Di Indonesia Dengan Model Structural Vector Autoregression (Svar)
    10. Analisis Kebijakan Uni Eropa Terhadap Perekonomian Sawit Indonesia (Penelitian Saya)
       

    Posting Komentar

    0 Komentar